News - Menurunkan berat badan bisa menjadi tantangan yang besar. Banyak orang berjuang untuk tetap disiplin dengan diet ketat mereka. Namun, ada cara yang bisa membuat proses ini lebih mudah dan menyenangkan, yaitu dengan memasukkan cheat day ke dalam rencana diet.

Cheat day memungkinkan seseorang yang sedang diet tetap menikmati makanan favorit tanpa merasa bersalah, sehingga . Namun, sebaiknya tetap konsultasikan cheating day dengan ahli atau profesional yang memahami tentang diet yang sedang Anda jalankan.

Lantas, apakah cheating day merusak diet? Secara umum, cheating day dengan cara yang benar dapat tetap bisa menjaga keseimbangan antara menikmati makanan enak dan mencapai tujuan penurunan berat badan.

Berkaitan dengan hal itu, artikel ini akan membahas cara mengelola cheat day agar tetap berada di jalur diet yang benar.

Apa Itu Cheating Day?

Ansley Hill dalam artikel “Should You Have Cheat Meals or Cheat Days” di situs Healthline disebutkan bahwa cheating day adalah memberi izin pada diri sendiri untuk melanggar aturan diet ketat dalam sementara waktu. Alasan di balik cheating biasanya untuk memanjakan diri dalam waktu singkat sehingga dapat menjalankan diet dengan lebih disiplin.

Saat menggunakan strategi cheat, seseorang biasanya akan menggunakan metode cheatmeal atau cheat day. Cheat day memungkinkan seseorang untuk makan bebas selama sehari penuh. Sebaliknya, cheat meal artinya hanya melakukan makan sekali yang menyimpang dari pola diet.

Metode cheat day tiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada preferensi dan tujuan diet seseorang. Dengan demikian, makanan yang dikonsumsi saat cheating day akan berbeda pada setiap orang.

Akan tetapi, sering kali, makanan ini terdiri dari makanan berkalori tinggi yang tidak diperbolehkan dalam pola diet. Pada dasarnya, tidak ada panduan khusus kapan atau seberapa sering cheating day dapat dilakukan.

Manfaat Cheating Day

Cheating day kerap menjadi topik perdebatan di antara para ahli diet. Meski demikian, beberapa orang mengatakan bahwa hal ini dapat memberikan dampak positif pada metabolisme.

Dilansir dari situs Cleveland Clinic, alasan paling umum orang mendukung cheat day adalah alasan psikologis. Memang beberapa orang menemukan bahwa memanjakan diri dapat mendorong seseorang untuk tetap disiplin dalam menjalankan diet.

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa “penyimpangan pola makan yang terencana” benar-benar dapat membantu seseorang untuk tetap berada di jalur diet yang benar. Hal ini terkait dengan pedoman rencana makan yang baik adalah dapat dipatuhi dan tidak merampas kenikmatan makanan. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, cheat day dapat memberinya motivasi menjalankan diet.

Sementara itu, beberapa peneliti berteori bahwa sesekali melakukan cheat day dapat meningkatkan tingkat metabolisme. Sesekali melakukan cheat day diklaim dapat meningkatkan kadar leptin dalam tubuh. Leptin adalah hormon yang memberi tahu tubuh saat merasa kenyang sehingga keinginan untuk terus makan akan menurun.

Aturan Cheating Day yang Benar

Telah disebutkan di atas bahwa cheating day adalah melanggar diet untuk sementara waktu dengan tujuan memotivasi diri agar lebih disiplin menjalankan diet.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar cheating day tidak merusak diet. Dilansir dari situs Men’s Journal dan Upfit, berikut ini beberapa aturan cheating day yang benar.

1. Pilih makan segar daripada olahan

Pastikan setiap makanan berkalori tinggi yang dikonsumsi saat cheating day memiliki kualitas yang baik. Misalnya, pilih daging sapi dari peternakan dengan pakan rumput atau pilih bahan makanan organik.

Meski tampaknya hanya detail kecil yang tidak terlalu berpengaruh, perubahan kecil dalam kualitas makanan bisa berdampak besar pada mikrobioma usus, kesehatan, dan berat badan.

2. Rencanakan dengan matang

Jadwalkan cheat day sekitar sekali seminggu. Perlu diperhatikan juga bahwa cheat day dua kali berturut-turut akan membuat terlalu banyak makan berkalori tinggi sekaligus dan juga meningkatkan risiko kembali ke kebiasaan makan lama.

Merencanakan cheat day membantu mengontrol asupan kalori. Dalam perencanaan ini, juga mencakup makanan yang akan dikonsumsi.

3. Jaga hidrasi tubuh

Pastikan untuk minum banyak air saat cheating day sebab dehidrasi dan lapar seringkali mirip. Selain itu, bila mengonsumsi makanan tinggi garam seperti makanan dipanggang atau keripik, minum cukup air dapat mencegah kembung pada saat cheat day.

4. Lakukan cheating day di awal hari

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan di malam hari sebelum tidur dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang signifikan dibandingkan dengan mengonsumsi makanan yang sama di awal hari. Oleh karena itu, hindari melakukan cheating day di malam hari.

5. Jangan melakukan cheat day secara berlebihan

Melakukan cheating day dengan mengonsumsi makanan secara berlebih tidak hanya meningkatkan konsumsi kalori.

Sebab mengonsumsi makanan berlebihan dapat membebani pencernaan dan mengganggu keseimbangan usus. Selain itu, jika terbiasa mengonsumsi makanan dengan porsi banyak dapat membuat perut hanya merasa kenyang dengan porsi makan besar.

6. Jangan mengonsumsi lebih dari 3000 Kkal

Pada cheat day, sebaiknya jangan mengonsumsi kalori lebih dari 3000 kkal. Jika Anda lebih memilih melakukan cheat meal daripada melakukan cheat day penuh, Anda bisa melakukannya dua kali seminggu, asalkan setiap cheat meal tetap di bawah 1500 kkal.