News - Pencemaran suara dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah Kesehatan serius. Beberapa contoh penyebab pencemaran suara di antaranya, transportasi hingga kegiatan industri.

Polusi suara atau Pencemaran suara merupakan gangguan suara atau bunyi yang mengakibatkan ketidak tentraman mahluk hidup di sekitar suara tersebut.

Pencemaran suara terjadi apabila terdapat suara dengan volume tinggi bahkan pada frekuensi tertentu bisa mengakibatkan Indera pendengaran rusak.

Telinga manusia normal dapat mendeteksi suara dengan kisaran antara 0 dB hingga 140 dB. Paparan suara yang aman untuk telinga manusia berada di kisaran 60-70 dB. Paparan suara yang melebihi batas normal sudah dikategorikan sebagai pencemaran suara.

Menurut Conserve Energy Future, gangguan suara yang terus menerus dan konstan dapat mengakibatkan kerusakan gendang telinga. Selain itu, pencemaran suara juga berdampak terhadap lingkungan sekitar, seperti suasana.

Beberapa contoh dari pencemaran suara dan ciri-ciri pencemaran suara, seperti pengeras suara yang berlebihan, musik dengan volume tinggi, mainan anak-anak berbunyi yang dimainkan terus menerus, transportasi (pesawat, kereta api, trafik lalu lintas), pengerjaan konstruksi, generator mesin, dan lain-lain.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Suara

Lalu apa yang menyebabkan terjadinya polusi suara? Gangguan suara terus menerus menjadi faktor utama penyebab terjadinya pencemaran suara.

Dilansir Materi Sistem Lingkungan Industri, berikut ini beberapa penyebab pencemaran suara dilihat dari beberapa sektor:

1. Transportasi

Sektor transportasi menjadi faktor utama penyebab pencemaran suara di dunia. Suara motor, mobil, motor, kapal laut, pesawat udara hingga suara kereta api dapat menjadi sumber kebisingan bagi orang yang tinggal di sekitar lingkungan tersebut.

2. Industri

Suara mesin-mesin pabrik bisa menyebabkan polusi suara. Suara yang ditimbulkan dapat mengganggu Indera pendengaran pekerja dan menyebabkan gangguan bagi Masyarakat sekitar.

Bukan hanya masalah pendengaran, tetapi bunyi dan getaran dari mesin pabrik jika kuat dan terus menerus dapat merusak dinding rumah bangun serta kaca rumah.

3. Rumah Tangga

Suara yang dihasilkan dari aktivitas manusia seperti menyalakan TV terlalu keras, hingga sound system acara yang keras dapat mengganggu tetangga.

4. Sumber Polusi suara di laut

Suara kapal yang melintas di lautan dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup laut. Suara yang terlalu bising bisa memicu kematian beberapa spesies. Ikan paus salah satunya. Kebisingan, mengganggu reproduksi dan navigasi beberapa spesies saat mereka sedang migrasi.

Dilansir Ensiklopedia Dunia, sumber kebisingan dapat dibedakan menjadi 3 macam, di antaranya:

  • Kebisingan impulsif berulang (Impulse Noise): sumber kebisingan yang muncul secara terus menerus tetapi terpotong-potong serta waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak tidak lebih dari 65 ms. Contoh: suara palu yang memukul paku.
  • Kebisingan kontinyu (Steady State Wide Band Noise): sumber kebisingan yang ada terus menerus dalam jangka waktu lama dan frekuensi suara yang dihasilkan tidak lebih dari 6 dB. Contoh: suara mesin yang dihidupkan secara konstan.
  • Kebisingan semi kontinyu (Fluctuating noise): sumber suara yang berasal dari mana saja dan hanya sekejap lalu akan datang lagi. Contoh: suara kendaraan yang melintas.
  • Kebisingan terputus-putus (Intermittent Noise): sumber suara kebisingan dari bunyi yang mengeras dan melemah secara perlahan-lahan.
  • Steady-state noise: sumber kebisingan dengan tingkat tekanan bunyi stabil terhadap perubahan waktu serta tidak mengalami perubahan begitu besar. Contoh: kebisingan di sekitar air terjun dan kebisingan pada interior pesawat terbang saat terbang.

Dampak Pencemaran Suara

Dampak negatif pencemaran suara tidak bisa diremehkan. Berikut ini beberapa dampak polusi suara terhadap kesehatan manusia dan alam:

1. Masalah pendengaran

Suara yang terlalu keras dan konsisten dapat menyebabkan masalah pada Indera pendengaran manusia.

2. Masalah Kesehatan

Kebisingan dengan intensitas tinggi juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatnya denyut jantung. Ini karena polusi suara bisa mengganggu aliran darah normal. Selain itu terlalu banyak polusi suara di lingkungan kerja dapat meningkatkan stress.

3. Gangguan tidur

Suara yang keras mengganggu pola tidur, menyebabkan kegelisahan dan ketidaknyamanan.

4. Efek pada alam

Polusi suara mengganggu Binatang dengan pendengaran lebih baik dibanding manusia. Kebisingan suara membuat Binatang jauh lebih agresif.

Cara Mengatasi Pencemaran Suara

Beberapa hal berikut ini dapat dilakukan sebagai cara mengatasi pencemaran suara:

1. Menggunakan peredam suara

Penggunaan alat peredam suara dapat mengurangi dan meredam suara setra getaran yang mengganggu. Anda bisa menggunakan pelindung telinga seperti ear plug atau ear muff saat bekerja di lingkungan dengan tingkat kebisingan tinggi.

2. Menggunakan barang elektronik secara bijak

Anda bisa mendengarkan lagu menggunakan headset atau mematikan TV saat tidak digunakan. Hal tersebut dapat mengurangi dampak kebisingan di lingkungan.

3. Penghijauan

Adanya ruang hijau di kota dapat meminimalisir efek kebisingan. Rimbunnya pepohonan dapat menangkap bunyi sehingga mengurangi tingkat kebisingan.