News - Rekam jejak karier seseorang sudah bisa dilihat secara daring, terutama di era digital saat ini. Namun, tidak semua bisa mengakses dan punya waktu mencari tahu.

Di sisi lain, profil seseorang, misalnya minat, nilai, dan kekuatan, tidak semuanya mudah diketahui. Oleh karena itulah diperlukan usaha yang disebut personal branding.

Lalu, apa sejatinya pengertian personal branding? Untuk memperdalam pemahaman, baca uraian berikut yang menjelaskan serba-serbi personal branding, mulai dari pengertian personal branding, pentingnya personal branding, hingga contoh personal branding sekaligus cara membangun personal branding.

Apa Itu Personal Branding?

Personal branding adalah strategi untuk membangun dan mengatur citra atau reputasi seseorang. Personal branding mencakup cara seseorang memperkenalkan dirinya ke dunia, baik terkait kehidupan pribadi maupun profesional.

Personal branding dapat tecermin melalui berbagai aspek, seperti perilaku, keahlian, gagasan, dan keyakinan yang dimiliki seseorang, serta bagaimana hal tersebut dilihat dan dinilai oleh orang lain. Personal branding merupakan sebuah cara untuk menonjolkan keunikan dan karakteristik diri, yang berdampak pada penilaian orang lain terhadap individu tersebut.

Dalam lingkup karier, personal branding membantu seseorang menunjukkan keunikan dan keunggulannya. Selain itu personal branding dapat menarik perhatian pihak-pihak penting, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

Tujuan Personal Branding

Selaras dengan pengertian personal branding, tujuan personal branding adalah membangun citra positif, memengaruhi persepsi orang lain, menonjolkan keunggulan, sekaligus meningkatkan kredibilitas. Dirangkum dari situs web resmi Prodi Ilmu Komunikasi UMSIDA, berikut tujuan personal branding.

1. Membangun citra positif

Personal branding bertujuan menciptakan gambaran positif tentang diri sendiri yang mencerminkan keunikan, keahlian, dan nilai-nilai individu.

2. Memengaruhi persepsi orang lain

Proses personal branding bertujuan memengaruhi cara dan sudut pandang orang lain dalam melihat individu tersebut.

3. Meningkatkan kredibilitas

Dengan membangun personal branding yang kuat, seseorang dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan orang lain terhadap mereka.

4. Meningkatkan kepercayaan diri

Proses personal branding dapat meningkatkan kepercayaan diri individu dalam mempresentasikan diri dan menghadapi tantangan dalam karier.

5. Menonjolkan kelebihan yang dimiliki

Melalui personal branding, seseorang dapat menonjolkan kelebihan mereka yang membuatnya berbeda dari orang lain. Hal ini utamanya berlaku dalam kehidupan karier.

Apa Pentingnya Personal Branding?

Pentingnya personal branding berkaitan dengan upaya dalam menampilkan diri sendiri kepada khalayak. Personal branding menciptakan gambaran tentang sosok diri. Dikutip dari Forbes, berikut beberapa alasan pentingnya personal branding.

1. Menonjolkan diri

Dengan memiliki personal branding yang kuat, Anda bisa menonjolkan keunikan dan kemampuan diri, utamanya di pasar kerja. Hal ini dapat membantu menampilkan citra diri lebih menarik bagi perusahaan atau orang-orang yang ingin bekerja sama.

2. Membangun kepercayaan

Manfaat personal branding juga bisa membantu membangun kepercayaan orang lain terhadap Anda. Ketika memiliki reputasi yang baik dan kredibel, orang-orang lebih cenderung percaya pada kemampuan yang Anda miliki.

3. Membuka peluang

Manfaat personal branding juga bisa membuka pintu untuk berbagai peluang karier dan bisnis. Anda bisa memperluas jaringan, menjalin hubungan dengan orang-orang relevan, dan mendapatkan kesempatan baru yang mungkin tidak akan muncul jika tidak memiliki personal branding baik.

4. Menunjukkan kepribadian dan nilai

Melalui personal branding dapat menunjukkan sosok diri Anda sebenarnya dan apa yang dipercayai kepada orang lain. Hal demikian dapat membantu membangun hubungan lebih kuat dan berarti dengan orang-orang di sekitar.

5. Mengelola citra diri

Personal branding membantu mengontrol cara dan sudut pandang orang lain saat melihat Anda. Hal ini memungkinkan Anda memastikan bahwa citra yang ditampilkan telah sesuai keinginan, terutama personal branding secara online.

Contoh Personal Branding Diri Sendiri dan Caranya

Contoh personal branding diri sendiri dapat dibuat melalui sejumlah langkah mulai dari memahami diri sendiri hingga membangun jaringan lebih luas. Dirangkum dari Harvard Business Review, berikut cara membangun personal branding.

1. Menemukan sumber motivasi

Mulailah dengan mengidentifikasi keterampilan dan minat Anda yang paling kuat. Misalnya, Anda sangat pandai dalam menyelesaikan konflik, suka berpikir kreatif, dan menikmati kerja sama dalam tim.

2. Menghubungkan nilai dengan tujuan organisasi

Jika perusahaan menekankan inovasi dan kepemimpinan yang berani, Anda dapat menekankan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Sesuaikan nilai-nilai dan tujuan pribadi dengan prioritas perusahaan.

3. Memetakan pemangku kepentingan

Identifikasi orang-orang di dalam organisasi Anda yang berpengaruh. Kemudian, hubungilah mereka untuk membangun hubungan alias jaringan kuat. Fokus pada pemangku kepentingan yang dapat membantu mencapai tujuan karier.

4. Membuat diri “terlihat”

Setelah mengidentifikasi pemangku kepentingan, jalin hubungan dengan mereka melalui pesan singkat atau surel. Dalam hal ini, tunjukkan minat Anda terhadap pekerjaan mereka dan cara Anda berkontribusi untuk kepentingan bersama yang saling menguntungkan.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut secara konsisten, Anda dapat membangun personal branding yang kuat dan sesuai dengan nilai dan tujuan organisasi. Hal demikian akan membantu mendapatkan pengakuan dan peluang karier lebih baik di dalam organisasi atau perusahaan.