News - Negara Republik Armenia resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Armenia menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-149 yang mengakui Palestina.

Pengakuan Armenia terhadap Palestina membuat negara tersebut ramai disorot publik. Lantas, bagaimana profil Armenia dan agama mayoritas masyarakatnya?

Dikutip dari Middle East Monitor, Kementerian Luar Negeri Armenia mengeluarkan pernyataan mengakui Palestina sebagai negara, pada Jumat (21/6/2024). Perwakilan Armenia menyoroti krisis kemanusiaan yang serius di Gaza sebagai masalah mendesak yang membutuhkan perhatian dan resolusi internasional.

Republik Armenia menyatakan telah bergabung dengan resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza. Armenia berkomitmen untuk mengupayakan resolusi damai dan komprehensif untuk masalah Palestina.

Perwakilan negara juga mengatakan komitmennya dalam mengadvokasi solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan yang layak untuk perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan.

"Berdasarkan hal tersebut di atas dan menegaskan kembali komitmennya terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kesetaraan, kedaulatan, dan hidup berdampingan secara damai di antara bangsa-bangsa, Republik Armenia mengakui Negara Palestina," ucap perwakilan Kementerian Republik Armenia, Jumat (21/6/2024).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyambut baik keputusan Armenia yang mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

"Indonesia menyambut keputusan Armenia untuk mengakui Negara Palestina," dalam pernyataan Kemlu RI di akun X, @Kemlu_RI, Sabtu (22/6/2024).

Mengenal Negara Armenia dan Petanya

Dilansir dari situs web Britannica, Armenia adalah sebuah negara daratan yang terletak di wilayah Kaukasus Selatan, Eurasia. Berdasarkan peta geografis, Armenia berbatasan dengan Turki di sebelah barat, Azerbaijan di sebelah timur, Georgia di sebelah utara, Iran, dan wilayah eksklave Azerbaijan Nakhichevan di sebelah selatan.

Armenia, atau Republik Armenia (Hayastan), memiliki ibu kota Yerevan. Dengan luas total 29,8 ribu kilometer persegi, negara ini menggunakan bahasa Armenia sebagai bahasa resmi.

Armenia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, sebagai salah satu peradaban tertua di dunia. Negara ini menganut agama Kristen sejak abad ke-4 M dan menjadi negara pertama yang secara resmi menganut agama Kristen.

Selama berabad-abad, Armenia mengalami berbagai penjajahan dan perang oleh bangsa-bangsa seperti Persia, Romawi, Bizantium, Arab, Mongol, Turki Utsmani, Rusia, dan Uni Soviet. Armenia merdeka dari Uni Soviet pada tahun 1991, setelah referendum nasional.

Armenia mengadopsi benderanya pada tahun 1990 setelah merdeka dari Uni Soviet. Bendera ini terdiri dari tiga garis horizontal berukuran sama dengan warna merah, biru, dan oranye.

Mengutip Advantour, Armenia berada di wilayah dataran tinggi Armenia, sehingga reliefnya pada dasarnya bergunung-gunung dan terdiri dari banyak pegunungan tinggi (sekitar 47 persen dari wilayahnya), lembah antar pegunungan, gunung berapi yang sudah mati, dataran tinggi, dan dataran.

Selaras dengan hal itu, topografinya terdiri dari dataran tinggi dengan pegunungan, sungai yang mengalir cepat, dan sedikit hutan. Titik tertinggi adalah Aragats Lerrnagagat' setinggi 4.090 m, sementara titik terendah adalah Sungai Debed di ketinggian 400 m, dengan ketinggian rata-rata negara sekitar 1.792 m.

Peta Armenia

Peta Armenia. foto/istockphoto

Armenia berada di zona subtropis, namun karena karakteristik pegunungan yang tinggi, iklimnya cukup kering. Di musim panas suhu rata-rata di Armenia sekitar 25°C dan saat musim dingin suhu rata-rata sangat rendah mencapai -6°C.

Sumber daya alamnya mencakup deposit kecil emas, tembaga, molibdenum, seng, dan bauksit. Sebagian besar tanahnya, sekitar 59,7 persen, digunakan untuk pertanian.

Flora Armenia sangat beragam karena terletak di pertemuan dua provinsi geobotani, yaitu Kaukasia dan Iran. Vegetasi yang mendominasi adalah semidesert, stepa gunung, padang rumput gunung, dan vegetasi alpine.

Fauna Armenia terdiri dari 76 spesies mamalia, 304 jenis burung, 44 jenis reptil, 6 jenis amfibi, 24 jenis ikan, dan sekitar 10 ribu invertebrata.

Armenia Mayoritas Beragama Apa?

Masih menurut Advantour, mayoritas penduduk Armenia menganut agama Kristen dari Gereja Apostolik Armenia yang merupakan gereja nasional bangsa Armenia. Selain itu, ada juga sejumlah kecil penganut Gereja Ortodoks Rusia, Islam, Yudaisme, dan agama lainnya yang dianggap sebagai minoritas agama di Armenia.

Islam di Armenia dipraktikkan terutama oleh orang Azerbaijan dan Kurdi. Namun, banyak umat Islam meninggalkan negara ini setelah konflik Nagorno-Karabakh.

Komunitas Muslim yang terbesar, termasuk orang Kurdi, Iran, dan dari negara-negara Timur Tengah, sebagian besar tinggal di Yerevan. Kebanyakan dari mereka adalah penganut Sunni Syafi'i. Di antara orang Kurdi, terdapat banyak penganut agama Yazidi yang mencakup unsur-unsur Zoroaster, Islam, dan animisme.

Secara umum, kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi Armenia. Ini termasuk hak untuk mempraktikkan agama apa pun atau ateisme. Hal itu, memungkinkan penduduk untuk memilih dan mempraktikkan agama sesuai dengan keyakinan mereka.