News - Air tanah atau air mineral seringkali dipakai untuk mengisi radiator. Air mineral memang lebih praktis dan efisien ketimbang memakai radiator coolant karena harganya relatif lebih mahal di pasaran. Namun, apakah semua cairan cocok untuk mengisi radiator mobil?

Fungsi radiator secara substansi, yakni meredam udara panas pada silinder mesin ketika terjadi proses pembakaran, apalagi pada mobil performa tinggi dengan torsi besar. Panas tersebut tentunya membuat temperatur mesin panas dan bisa mengakibatkan kerusakan, mulai dari setang seher bengkok, piston macet sampai-sampai menggerogoti dinding silinder. Radiator mengutus cairan pendingin untuk menjemput panas dari dinding silinder. Sehingga cairan yang digunakan harus resisten terhadap suhu tinggi atau punya titik didih tinggi.

Seperti dipaparkan dalam laman How Stuff Works, alur kerja radiator bermula dari cairan pendingin dipompa masuk menuju bagian dinding silinder. Cairan tersebut menyerap dan memindahkan panas keluar dari dinding silinder, untuk didinginkan dalam tabung utama radiator.

Dari area mesin, cairan pendingin yang sudah terkontaminasi udara panas bergerak ke arah tabung atas radiator melalui celah katup thermostat, yaitu sekat antara mesin dan radiator. Katup thermostat baru terbuka ketika terpapar udara panas—sekitar 195 farenheit (90 derajat celsius). Malfungsi pada thermostat yang tidak bisa terbuka bisa menjadi biang kerok masalah overheat karena cairan panas dari mesin tidak bisa dialirkan ke radiator.