News - Afriansyah Noor menyinggung keterlibatan Yusril Ihza Mahendra yang masih ikut mencoblos dan memimpin sidang pada Musyawarah Dewan Partai (MDP) pada 18 Mei 2024. Padahal, kata dia, kala itu Yusril sudah mundur dari jabatan Ketum PBB.

Menurutnya, MDP dilaksanakan untuk menyiapkan pelaksanaan muktamar. Sebab, jelas dia, SK kepengurusan pengurus lama berakhir pada September 2024. Namun, dilakukan perpanjangan sehingga jadwal muktamar ditunda sampai Januari 2025.

Namun, lanjut dia, di tengah situasi dimulainya Musyawarah Dewan Partai, tiba-tiba Yusril mundur.

Empat hari sebelumnya, pria yang karib disapa Feri itu menghadap Yusril untuk mempersiapkan dan meminta arahan guna Musyawarah Dewan Partai.

"Ternyata tanggal 18 dia mundur, kaget saya. Tanggal 14 ketemu, 18 dia mundur, garuk-garuk kepala saya, kok tiba-tiba mundur," ucap Feri.

Feri mengaku alasan mundur Yusril kala itu ingin berada di luar partai sebagai orang yang profesional yang tidak terikat dengan PBB. Akhirnya, agenda pun berubah menjadi membahas untuk menerima pengunduran diri ketum dan MDP menunjuk Pj Ketum. Penunjukkan itu juga menuai perdebatan.

"Tadinya ada yang mengusulkan dari unsur majelis syuro, sebenarnya majelis syuro ini salah satu sayap partai di DPP yang hanya bertugas memberikan arahan dan masukan, tapi di sana ketua majelis syuro langsung menunjuk saudara Fahri Bachmid untuk jadi ketum. Di sini mulai kisruh, mulai ramai," tutur Feri.

Lalu, tambah Feri, dalam suasana itu meminta agar penunjukkan Pj Ketum PBB tidak boleh aklamasi atau menunjuk. Pasalnya, PBB mengedepankan demokrasi untuk memilih pemimpin.

"Debat skorsing tiga kali dan saya sih orangnya nurut-nurut saja, akhirnya dalam kesepakatan seluruhnya menginginkan sudahlah kita voting saja," tukas Feri.

Voting dimenangkan Fahri Bachmid dengan memperoleh 29 suara, sedangkan Feri memperoleh suara 20 suara.

"Menang Fahri Bachmid, dari MDP itu ditetapkan yang sebenarnya waktu itu Prof Yusril sudah mundur, tapi prof masih mimpin sidang, masih mimpin rapat. Teman-teman protes, ketua umum sudah mundur tidak boleh mimpin sidang harus mundur, biar SC yang mimpin," kata Feri.

Feri mengaku kala itu dirinya menginginkan situasi yang kondusif. Alhasil, bersepakat, Yusril ikut mencoblos.

"Harusnya bisa salah satu wakil ketua umum atau siapa, tapi karena saya juga tidak menginginkan ada ribut-ribut, saya bilang sudah lah, lanjut MDP menerima pengunduran diri Pak Yusril semua ada di sini ketetapannya. Kemudian, menetapkan Pj Ketum Bapak Fahri Bachmid untuk melanjutkan dan melaksanakan muktamar, itu tugasnya," tutup Feri.

Sebelumnya, Yusril menyatakan bahwa dirinya memang sudah mundur sejak 18 Mei 2024.

"Selanjutnya, silakan Anda hubungi Dr, Fahri Bachmid sebagai Pj Ketua Umum [PBB]," ujarnya.