News - Sejumlah wilayah pesisir pantai utara (pantura) Jawa Tengah dikepung bencana banjir sejak Februari 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat, ada sembilan daerah yang dilanda banjir sejak awal tahun ini meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kendal, Kota Semarang, Demak, Grobogan, Kudus, Jepara, dan Pati. Ratusan ribu warga terdampak bencana ini dan sebagian masih menyandarkan nasib di pos-pos pengungsian.

Salah satu wilayah yang tengah dilanda banjir parah saat ini adalah Demak. Bencana banjir melanda 11 kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang berdampak pada 93.149 warga. Akibat bencana ini, sebanyak 22.725 warga dilaporkan harus mengungsi.

Banjir Demak diperparah dengan jebolnya enam tanggul di wilayah tersebut. BPBD Demak menyatakan, intensitas hujan yang tinggi turut membuat tanggul jebol. Bahkan, tanggul Sungai Wulan kembali jebol pada Minggu (17/3/2024), padahal sudah sempat diperbaiki pada Februari 2024.

Pakar geologi dan mitigasi bencana dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno, menyayangkan banjir di Demak hanya semata disebut akibat cuaca ekstrem atau intensitas hujan tinggi. Seharusnya, kata dia, pemerintah sudah melakukan mitigasi dengan mengecek kondisi tanggul yang eksis di Jawa Tengah sebelum masuk musim penghujan.

“Pemantauan kondisi tanggul memang [seharusnya] dilakukan jauh sebelum musim hujan, apalagi saat ini musim hujannya telat [datang]. Pembagian tugas antara pengelola sungai di pusat dan pemantau sungai kabupaten/kota rasanya perlu diperbaiki lagi,” ucap Eko kepada reporter Tirto, Kamis (21/8/2024).

Eko berpendapat, kejadian ini menjadi pembelajaran dengan ongkos yang mahal. Di samping itu, banjir Demak menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Dia menyampaikan, biaya melakukan pemantauan dan perbaikan tanggul tentu tidak seimbang dengan kerusakan dan kerugian akibat banjir yang terjadi.

Banjir Demak juga disebut diakibatkan karena adanya alih fungsi lahan yang masif di wilayah hulu. Menurut Eko, kegiatan pembabatan hutan dan mengganti tanaman serapan dengan tanaman produksi turut menyumbang penyebab banjir kerap terjadi di wilayah Jawa Tengah. Aktivitas itu, kata dia, juga meningkatkan level bahaya bencana yang ada di wilayah tersebut.

“Boleh jadi ada kesadaran yang melekat bahwa bencana ini kontribusi dari pembangunan yang menyisakan risiko atau sering kita sebut pembangunan berisiko. Sehingga pihak pihak yang berkontribusi pada mismanajemen pembangunan itu juga tidak berbicara [saat ini],” ujar Eko.

Jalan pantura Demak-Semarang putus akibat banjir

Warga melintasi jalan Pantura yang terendam banjir di Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2024). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.

Hingga Rabu (20/3/2024), banjir masih menggenangi sebagian wilayah Demak. Laporan BPBD Demak, banjir berdampak pada 4.541 hektar sawah serta 529 hektar tambak. Selain itu berdampak pada 133 sarana ibadah, 14 fasilitas kesehatan, 70 sarana pendidikan, 13 sarana kantor, dan 3 pasar. Di beberapa wilayah, ketinggian banjir bahkan mencapai 80 sentimeter hingga 3 meter.

Di sisi lain, banjir parah di Demak disebut sangat minim atensi dari pemerintah pusat. Tak ayal sejumlah protes bermunculan dari warganet di media sosial menuntut keseriusan penanganan banjir di Demak. Hingga Kamis (21/3/2024), Presiden Joko Widodo sendiri belum menyatakan pernyataan resmi soal banjir di Demak.

Salah cuitan yang menuntut keseriusan pemerintah pusat datang dari pengguna media sosial X dengan akun bernama @husain_fahasbu. Dia menulis, “Demak ini masih dalam wilayah Indonesia gak sih? Berhari-hari banjir besar gak ada infonya pejabat yg terkait turun atau sekadar memberi komentar.” Cuitan ini sudah dilihat 1,5 juta kali dan disukai 21 ribu pengguna X.

Cuitan serupa juga ditulis oleh pengguna akun bernama @WidasSatyo. Dalam cuitannya dia berujar, “12 dari 14 kecamatan di Demak sudah terdampak kena banjir. That's basically 85% of the whole region. Apa belum ada sikap dari pemerintah pusat? Kupikir ini perlu dapet atensi lebih serius.” Cuitan itu sudah dilihat lima ribu kali dan diposting ulang oleh 68 akun lain.