News - Kulit wajah merupakan salah satu bagian dari tubuh manusia yang tak luput dari perhatian. Perawatan terhadap kulit wajah telah menjadi suatu kebutuhan tersendiri. Misalnya, dengan pemakaian produk perawatan seperti toner.

Toner adalah sebuah cairan yang dapat dioleskan ke wajah. Biasanya, toner dapat diaplikasikan ke wajah setelah mencuci muka dan sebelum menggunakan serum atau pelembab.

Pemakaian toner bertujuan untuk melembapkan kembali kulit wajah. Kulit perlu dilembapkan lagi setelah minyak alami yang menjaga kulit hilang karena pembersihan wajah.

Selama ini, terdapat sejumlah jenis toner di pasaran. Selain hydrating toner yang lebih umum dijumpai, jenis toner lainnya adalah exfoliating toner atau toner eksfoliasi. Jenis toner ini diketahui mengandung zat-zat asam eksfolian.

Toner eksfoliasi dapat membantu pH kulit kembali normal dan bisa mengangkat sel-sel kulit mati. Pengangkatan sel-sel kulit mati tersebut diperlukan agar dapat mengurangi risiko kulit wajah menjadi kusam dan berjerawat.

Toner eksfoliasi dilengkapi dengan bahan-bahan kimia yang tergolong ke dalam AHA (alpha-hydroxy acid) dan BHA (beta-hydroxy acid). Fungsi AHA adalah membantu pengelupasan lapisan atas kulit dan mengganti sel-sel kulit lama.

Di sisi lain, BHA berguna untuk menyingkirkan sel-sel kulit mati dengan cara masuk ke dalam pori-pori. Kandungan BHA dan AHA dapat bermanfaat untuk kulit berminyak, berjerawat, dan mengalami hiperpigmentasi.

Sifat BHA dan AHA tergolong kasar. Karena itu, pemakaiann toner untuk eksfoliasi tidak dianjurkan setiap hari. Toner eksfoliasi setidaknya digunakan 1-3 kali saja dalam seminggu. Pemakaian berlebihan dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

Penggunaan toner eksfoliasi baiknya disesuaikan dengan kondisi kulit wajah masing-masing. Untuk kulit wajah kering, toner eksfoliasi dengan kandungan AHA dianggap cukup cocok. Adapun untuk kulit wajah normal yang berminyak atau rentan jerawat, toner eksfoliasi yang mengandung BHA lebih disarankan.